Jurnal
AI sebagai Ujian Akhir Zaman: Antara Fitnah dan Rahmat
Oleh: Abdul Rosyid, S.Ag., M.M.
Politeknik LPP Yogyakarta, 2025/2026
Abstrak
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) merupakan fenomena besar abad ke-21 yang membawa dampak revolusioner terhadap kehidupan manusia. Namun, di sisi spiritual dan moral, AI dapat dipandang sebagai “puncak zaman penuh fitnah dan tipu muslihat” apabila disalahgunakan. Artikel ini mengkaji AI sebagai ujian akhir zaman dari perspektif Islam, sosial, dan etika, serta menunjukkan bahwa AI bukanlah ancaman mutlak, melainkan ujian moral yang menuntut kebijaksanaan iman dan ilmu. Dengan pendekatan analitis dan reflektif, tulisan ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai keislaman dalam pengembangan dan penggunaan AI agar menjadi rahmat, bukan fitnah bagi umat manusia.
Kata kunci: Kecerdasan Buatan, Fitnah Akhir Zaman, Etika Islam, Teknologi, Dakwah Digital
Pendahuluan
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan merupakan bukti nyata dari kemajuan akal budi manusia. Namun, kemajuan ini juga membawa dampak sosial, psikologis, bahkan spiritual yang luar biasa besar. Banyak kalangan berpendapat bahwa AI adalah tanda zaman modern yang penuh fitnah — karena mampu menipu, memanipulasi, dan bahkan menggeser peran manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah telah memperingatkan bahwa setiap kemajuan yang tidak disertai iman akan menjadi ujian bagi manusia:
“Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar?” (QS. Al-Furqan: 20)
AI menjadi cobaan bagi manusia, apakah ia mampu menggunakannya untuk kebaikan (rahmah) atau justru untuk keburukan (fitnah).
Kajian Teoretis
1. AI dalam Perspektif Ilmiah
AI merupakan hasil dari logika matematika, algoritma, dan pembelajaran mesin yang meniru cara berpikir manusia. Dalam dunia modern, AI digunakan untuk efisiensi industri, pendidikan, dan pemerintahan. Namun, di sisi lain, AI juga berpotensi mengancam nilai kemanusiaan, karena:
- Menggantikan fungsi manusia secara ekstrem,
- Menyebarkan informasi palsu (deepfake, hoax),
- Menciptakan ketergantungan digital yang melemahkan nalar kritis dan spiritualitas.
2. AI dalam Perspektif Islam
Dalam Islam, kecerdasan hakiki bersumber dari ‘aql yang disinari wahyu. Akal yang lepas dari petunjuk Allah akan menyesatkan. Nabi ﷺ telah mengingatkan bahwa menjelang akhir zaman, akan banyak muncul tipu daya dan fitnah yang membuat orang berilmu pun keliru. Maka AI, bila tidak dikawal oleh iman dan amanah, dapat menjadi alat fitnah global.
“Fitnah itu akan datang seperti malam yang gelap gulita...” (HR. Muslim)
3. AI sebagai Amanah dan Rahmat
Jika diarahkan dengan nilai-nilai Islam, AI justru menjadi rahmat besar. Contohnya:
- Dakwah digital yang menjangkau seluruh dunia,
- Pendidikan Islam berbasis teknologi,
- Pengelolaan zakat, wakaf, dan sedekah secara transparan,
- Inovasi sosial berbasis nilai kemaslahatan.
Dengan demikian, AI adalah alat ujian, bukan musuh. Ia dapat menjadi rahmat jika dikendalikan oleh orang-orang yang beriman dan berilmu.
Analisis dan Pembahasan
- AI sebagai Fitnah (Ujian Moral dan Spiritualitas)
AI dapat memperlihatkan sisi gelap manusia: keserakahan, manipulasi, dan penciptaan “dunia semu”. Banyak yang tertipu oleh citra digital tanpa menyadari kehampaan moral di baliknya. Inilah bentuk “tipu muslihat” modern yang disebut dalam Al-Qur’an:
“Janganlah kehidupan dunia menipu kamu, dan jangan pula penipu (setan) memperdaya kamu tentang Allah.” (QS. Luqman: 33)
- AI sebagai Rahmat (Alat Ilmu dan Dakwah)
Sebaliknya, AI juga bisa menjadi sarana dakwah bil hal. Misalnya:- Pembuatan konten edukasi Islam berbasis AI,
- Digitalisasi tafsir dan hadis,
- Asisten belajar Al-Qur’an dan bahasa Arab,
- Sistem cerdas pengelolaan amal sosial umat.
Jika nilai tauhid dan akhlaq menjadi pondasi, AI justru memperluas manfaat dakwah Islam rahmatan lil ‘aalamiin.
Kesimpulan
AI adalah puncak zaman modern yang membawa dua sisi: fitnah dan rahmat. Ia menjadi fitnah bila digunakan tanpa iman dan akhlak, namun menjadi rahmat bila dimanfaatkan untuk kebaikan, ilmu, dan dakwah. Islam memberikan pedoman agar manusia tetap menjadi khalifah, bukan budak teknologi. Maka, tugas umat Islam adalah menguasai AI dengan ruh iman dan ilmu, agar kemajuan teknologi menjadi wasilah menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim.
- Hadis Shahih Muslim dan Bukhari tentang fitnah akhir zaman.
- Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin.
- Yusuf al-Qaradawi, Islam dan Tantangan Modernitas.
- Nick Bostrom, Superintelligence: Paths, Dangers, Strategies.
- Abdul Rosyid, S.Ag., M.M. (2025). Islam sebagai Sub Sistem Pendidikan di Politeknik. Jurnal Ilmiah PAI Terapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar