Rabu, 27 Agustus 2025

Kebenaran Harus diorganisir

 


📑 Makalah Akademik

KEBENARAN DAN SISTEM: Analisis Dalil Aqli dan Naqli terhadap Ungkapan “Al-Haqqu bilaa Nizhaam, Yughlibuhul-Baathil bin-Nizhaam”

Oleh:

Abdul Rosyid, S.Ag., M.M.


Pendahuluan

Kebenaran (al-ḥaqq) adalah prinsip fundamental dalam ajaran Islam. Namun dalam realitas kehidupan, sering kita dapati kebenaran justru tersisihkan oleh kebatilan yang terorganisir. Fenomena ini sejalan dengan ungkapan ulama:

“الحق بلا نظام يغلبه الباطل بالنظام”
Kebenaran tanpa sistem akan dikalahkan oleh kebatilan dengan sistem.

Makalah ini bertujuan mengkaji relevansi ungkapan tersebut berdasarkan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadits) serta dalil aqli (logika dan realitas sosial), sekaligus memberikan pijakan manajerial bagi umat Islam dalam memperjuangkan kebenaran.


Pembahasan

1. Konsep Kebenaran dalam Islam

  • Al-ḥaqq dalam Al-Qur’an identik dengan ajaran Allah yang lurus (QS. Yunus [10]: 32).
  • Kebenaran membutuhkan sarana, strategi, dan manajemen agar mampu hadir sebagai kekuatan nyata, bukan sekadar konsep ideal.

2. Dalil Naqli tentang Pentingnya Sistem

a. Al-Qur’an

  1. QS. Ash-Shaff [61]: 4

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka adalah bangunan yang tersusun kokoh.”
→ Menunjukkan bahwa kemenangan berpihak pada yang teratur dan terorganisir.

  1. QS. Al-Hasyr [59]: 18

“Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
→ Mengajarkan perencanaan dan manajemen masa depan.

  1. QS. An-Naml [27]: 18
    Kisah semut yang saling memberi peringatan.
    → Hewan kecil pun selamat karena koordinasi dan sistem sosial.

b. Hadits

  1. HR. Muslim

“Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan, yang saling menguatkan satu sama lain.”
→ Umat Islam harus solid, sistematis, dan saling menopang.

  1. HR. Ahmad dan Abu Dawud

“Sesungguhnya Allah mencintai apabila seseorang melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (profesional).”
→ Allah mencintai profesionalisme, keteraturan, dan sistem dalam amal.


3. Dalil Aqli (Rasional)

  1. Hukum sosial: Pasukan besar tanpa strategi dapat kalah oleh pasukan kecil yang disiplin dan terorganisir.
  2. Hukum alam: Matahari, bulan, planet berjalan sesuai orbitnya. Jika tidak ada sistem, alam semesta hancur.
  3. Hukum organisasi: Individu benar tapi tidak terorganisir lemah; kelompok salah namun sistematis lebih berpengaruh.
  4. Prinsip manajemen modern: Perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) adalah kunci sukses yang bahkan digunakan organisasi non-Islam.

4. Relevansi dengan Kehidupan Umat

  • Dalam dakwah: dakwah acak tanpa manajemen kalah oleh propaganda batil yang terstruktur.
  • Dalam pendidikan: kebenaran ilmu akan terpinggirkan jika sekolah tidak memiliki sistem kurikulum dan manajemen.
  • Dalam politik & sosial: umat Islam bisa lemah jika tercerai-berai, meski membawa kebenaran.

Kesimpulan

Ungkapan “al-ḥaqqu bilā niẓām, yughlibuhul-bāṭil bin-niẓām” menemukan pijakannya dalam dalil naqli maupun aqli.

  • Naqli: Al-Qur’an dan Hadits menekankan keteraturan, persatuan, dan itqan.
  • Aqli: Realitas sosial dan hukum alam menunjukkan pentingnya sistem.

Maka, kebenaran hanya dapat tegak dan menang apabila didukung oleh organisasi, strategi, dan manajemen yang kokoh.


Rekomendasi

  1. Umat Islam perlu membangun sistem dakwah, pendidikan, dan sosial yang rapi dan berkesinambungan.
  2. Manajemen modern (POAC) perlu diinternalisasi ke dalam organisasi Islam agar kebenaran dapat hadir sebagai kekuatan nyata.
  3. Setiap individu muslim dituntut beramal dengan itqan (profesional) sesuai hadits Nabi.

Tempelsari 27 Agustus 2025


Tidak ada komentar:

Posting Komentar