📑 Makalah Akademik
KEBENARAN DAN SISTEM: Analisis Dalil Aqli dan Naqli terhadap Ungkapan “Al-Haqqu bilaa Nizhaam, Yughlibuhul-Baathil bin-Nizhaam”
Oleh:
Abdul Rosyid, S.Ag., M.M.
Pendahuluan
Kebenaran (al-ḥaqq) adalah prinsip fundamental dalam ajaran Islam. Namun dalam realitas kehidupan, sering kita dapati kebenaran justru tersisihkan oleh kebatilan yang terorganisir. Fenomena ini sejalan dengan ungkapan ulama:
“الحق بلا نظام يغلبه الباطل بالنظام”
Kebenaran tanpa sistem akan dikalahkan oleh kebatilan dengan sistem.
Makalah ini bertujuan mengkaji relevansi ungkapan tersebut berdasarkan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadits) serta dalil aqli (logika dan realitas sosial), sekaligus memberikan pijakan manajerial bagi umat Islam dalam memperjuangkan kebenaran.
Pembahasan
1. Konsep Kebenaran dalam Islam
- Al-ḥaqq dalam Al-Qur’an identik dengan ajaran Allah yang lurus (QS. Yunus [10]: 32).
- Kebenaran membutuhkan sarana, strategi, dan manajemen agar mampu hadir sebagai kekuatan nyata, bukan sekadar konsep ideal.
2. Dalil Naqli tentang Pentingnya Sistem
a. Al-Qur’an
- QS. Ash-Shaff [61]: 4
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka adalah bangunan yang tersusun kokoh.”
→ Menunjukkan bahwa kemenangan berpihak pada yang teratur dan terorganisir.
- QS. Al-Hasyr [59]: 18
“Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
→ Mengajarkan perencanaan dan manajemen masa depan.
- QS. An-Naml [27]: 18
Kisah semut yang saling memberi peringatan.
→ Hewan kecil pun selamat karena koordinasi dan sistem sosial.
b. Hadits
- HR. Muslim
“Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan, yang saling menguatkan satu sama lain.”
→ Umat Islam harus solid, sistematis, dan saling menopang.
- HR. Ahmad dan Abu Dawud
“Sesungguhnya Allah mencintai apabila seseorang melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (profesional).”
→ Allah mencintai profesionalisme, keteraturan, dan sistem dalam amal.
3. Dalil Aqli (Rasional)
- Hukum sosial: Pasukan besar tanpa strategi dapat kalah oleh pasukan kecil yang disiplin dan terorganisir.
- Hukum alam: Matahari, bulan, planet berjalan sesuai orbitnya. Jika tidak ada sistem, alam semesta hancur.
- Hukum organisasi: Individu benar tapi tidak terorganisir lemah; kelompok salah namun sistematis lebih berpengaruh.
- Prinsip manajemen modern: Perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) adalah kunci sukses yang bahkan digunakan organisasi non-Islam.
4. Relevansi dengan Kehidupan Umat
- Dalam dakwah: dakwah acak tanpa manajemen kalah oleh propaganda batil yang terstruktur.
- Dalam pendidikan: kebenaran ilmu akan terpinggirkan jika sekolah tidak memiliki sistem kurikulum dan manajemen.
- Dalam politik & sosial: umat Islam bisa lemah jika tercerai-berai, meski membawa kebenaran.
Kesimpulan
Ungkapan “al-ḥaqqu bilā niẓām, yughlibuhul-bāṭil bin-niẓām” menemukan pijakannya dalam dalil naqli maupun aqli.
- Naqli: Al-Qur’an dan Hadits menekankan keteraturan, persatuan, dan itqan.
- Aqli: Realitas sosial dan hukum alam menunjukkan pentingnya sistem.
Maka, kebenaran hanya dapat tegak dan menang apabila didukung oleh organisasi, strategi, dan manajemen yang kokoh.
Rekomendasi
- Umat Islam perlu membangun sistem dakwah, pendidikan, dan sosial yang rapi dan berkesinambungan.
- Manajemen modern (POAC) perlu diinternalisasi ke dalam organisasi Islam agar kebenaran dapat hadir sebagai kekuatan nyata.
- Setiap individu muslim dituntut beramal dengan itqan (profesional) sesuai hadits Nabi.
Tempelsari 27 Agustus 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar