Berikut saya buatkan naskah drama singkat untuk murid SMK YPPN Kelas X dengan tema: “Muhammad bin Abdullah dan Daya Juang dalam Hidup Bermartabat”.
🎭 Naskah Drama Singkat
Judul: Muhammad bin Abdullah dan Daya Juang dalam Hidup Bermartabat
Durasi: 15–20 menit
Pemeran:
- Guru
- Murid A
- Murid B
- Murid C
- Narator
Adegan 1: Masa Kecil Nabi Muhammad
(Di kelas. Guru bercerita, murid-murid duduk melingkar.)
Narator: Muhammad lahir dalam keadaan yatim, lalu menjadi piatu saat masih kecil. Hidup beliau penuh ujian sejak dini.
Guru: Anak-anak, tahu nggak, Nabi kita lahir tanpa ayah?
Murid A: Iya Bu, dan saat usia 6 tahun beliau juga ditinggal ibunya.
Murid B: Wah, pasti berat sekali ya, Bu.
Guru: Betul. Tapi justru dari sanalah beliau belajar mandiri. Allah berfirman: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi (mu)?” (QS. Adh-Dhuha: 6).
Adegan 2: Remaja dan Perdagangan
(Murid C berdiri, seakan-akan berperan sebagai Muhammad muda yang sedang menggembala kambing dan berdagang.)
Narator: Saat remaja, Muhammad menggembala kambing lalu berdagang. Beliau terkenal jujur, hingga mendapat julukan al-Amîn.
Murid C (sebagai Muhammad): Aku tidak akan curang dalam berdagang, karena jujur adalah amanah.
Murid A: Kalau zaman sekarang, itu kayak punya reputasi baik ya, Bu.
Guru: Betul sekali. Rasulullah bersabda: “Pedagang yang jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi).
Adegan 3: Diangkat Menjadi Rasul
(Murid C kembali tampil sebagai Muhammad, dikelilingi murid lain yang berperan sebagai kaum Quraisy, menolak dakwah beliau.)
Narator: Saat berusia 40 tahun, Muhammad diangkat menjadi Rasul. Tapi banyak orang menolak, menghina, bahkan ingin membunuh beliau.
Murid B (sebagai Quraisy): Hei Muhammad, berhenti berdakwah, kalau tidak kami usir kamu!
Murid C (sebagai Muhammad): Sekalipun kalian meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan meninggalkan risalah ini.
Guru: Allah berfirman: “Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu...” (QS. Al-Hijr: 94).
Adegan 4: Piagam Madinah
(Meja kelas dijadikan seolah-olah ruang pertemuan. Murid-murid berperan sebagai berbagai suku dan agama, berjabat tangan dengan Muhammad.)
Narator: Muhammad bukan hanya Nabi, tapi juga negarawan. Beliau membuat Piagam Madinah, dasar persatuan dan toleransi.
Murid A: Jadi itu kayak konstitusi ya, Bu?
Guru: Betul. Beliau mengajarkan hidup bermartabat dengan persaudaraan, keadilan, dan toleransi.
Adegan 5: Refleksi Anak SMK
(Semua murid kembali duduk, berdiskusi.)
Murid B: Jadi, apa yang bisa kita ambil dari kisah Nabi buat hidup kita?
Murid C: Kita harus sabar menghadapi ujian.
Murid A: Dan harus jujur, biar dipercaya orang.
Guru: Bagus! Itulah daya juang dalam hidup bermartabat. Nabi Muhammad teladan kita sepanjang masa.
Murid-murid serentak: Kami siap belajar berjuang dengan martabat, seperti Nabi Muhammad SAW!
Penutup
Narator: Muhammad bin Abdullah adalah teladan daya juang sejati. Dari yatim piatu hingga pemimpin besar, beliau membuktikan bahwa hidup bermartabat hanya bisa diraih dengan perjuangan, kesabaran, dan kejujuran.
👉 Naskah ini bisa dipentaskan sederhana di kelas, dengan properti seadanya (misalnya tongkat untuk menggembala, meja untuk Piagam Madinah, dll).
Yogyakarta, 4 September 2025
GURU PAI
Bapak Abdul Rosyid SAg MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar