Kamis, 04 September 2025

Naskah Drama Singkat

 

Berikut saya buatkan naskah drama singkat untuk murid SMK YPPN Kelas X  dengan tema: “Muhammad bin Abdullah dan Daya Juang dalam Hidup Bermartabat”.


🎭 Naskah Drama Singkat

Judul: Muhammad bin Abdullah dan Daya Juang dalam Hidup Bermartabat
Durasi: 15–20 menit
Pemeran:

  • Guru
  • Murid A
  • Murid B
  • Murid C
  • Narator

Adegan 1: Masa Kecil Nabi Muhammad

(Di kelas. Guru bercerita, murid-murid duduk melingkar.)

Narator: Muhammad lahir dalam keadaan yatim, lalu menjadi piatu saat masih kecil. Hidup beliau penuh ujian sejak dini.

Guru: Anak-anak, tahu nggak, Nabi kita lahir tanpa ayah?
Murid A: Iya Bu, dan saat usia 6 tahun beliau juga ditinggal ibunya.
Murid B: Wah, pasti berat sekali ya, Bu.
Guru: Betul. Tapi justru dari sanalah beliau belajar mandiri. Allah berfirman: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi (mu)?” (QS. Adh-Dhuha: 6).


Adegan 2: Remaja dan Perdagangan

(Murid C berdiri, seakan-akan berperan sebagai Muhammad muda yang sedang menggembala kambing dan berdagang.)

Narator: Saat remaja, Muhammad menggembala kambing lalu berdagang. Beliau terkenal jujur, hingga mendapat julukan al-Amîn.

Murid C (sebagai Muhammad): Aku tidak akan curang dalam berdagang, karena jujur adalah amanah.
Murid A: Kalau zaman sekarang, itu kayak punya reputasi baik ya, Bu.
Guru: Betul sekali. Rasulullah bersabda: “Pedagang yang jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi).


Adegan 3: Diangkat Menjadi Rasul

(Murid C kembali tampil sebagai Muhammad, dikelilingi murid lain yang berperan sebagai kaum Quraisy, menolak dakwah beliau.)

Narator: Saat berusia 40 tahun, Muhammad diangkat menjadi Rasul. Tapi banyak orang menolak, menghina, bahkan ingin membunuh beliau.

Murid B (sebagai Quraisy): Hei Muhammad, berhenti berdakwah, kalau tidak kami usir kamu!
Murid C (sebagai Muhammad): Sekalipun kalian meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan meninggalkan risalah ini.

Guru: Allah berfirman: “Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu...” (QS. Al-Hijr: 94).


Adegan 4: Piagam Madinah

(Meja kelas dijadikan seolah-olah ruang pertemuan. Murid-murid berperan sebagai berbagai suku dan agama, berjabat tangan dengan Muhammad.)

Narator: Muhammad bukan hanya Nabi, tapi juga negarawan. Beliau membuat Piagam Madinah, dasar persatuan dan toleransi.

Murid A: Jadi itu kayak konstitusi ya, Bu?
Guru: Betul. Beliau mengajarkan hidup bermartabat dengan persaudaraan, keadilan, dan toleransi.


Adegan 5: Refleksi Anak SMK

(Semua murid kembali duduk, berdiskusi.)

Murid B: Jadi, apa yang bisa kita ambil dari kisah Nabi buat hidup kita?
Murid C: Kita harus sabar menghadapi ujian.
Murid A: Dan harus jujur, biar dipercaya orang.
Guru: Bagus! Itulah daya juang dalam hidup bermartabat. Nabi Muhammad teladan kita sepanjang masa.

Murid-murid serentak: Kami siap belajar berjuang dengan martabat, seperti Nabi Muhammad SAW!


Penutup

Narator: Muhammad bin Abdullah adalah teladan daya juang sejati. Dari yatim piatu hingga pemimpin besar, beliau membuktikan bahwa hidup bermartabat hanya bisa diraih dengan perjuangan, kesabaran, dan kejujuran.


👉 Naskah ini bisa dipentaskan sederhana di kelas, dengan properti seadanya (misalnya tongkat untuk menggembala, meja untuk Piagam Madinah, dll).

Yogyakarta, 4 September 2025

GURU PAI


Bapak Abdul Rosyid SAg MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar